Mungkin Akan Abadi
Semua berawal dari iseng hingga seperti ini. FB atau Facebook awal dari
kisah ini. Sebuah kisah yang mungkin akan abadi. Ya, mungkin. Aku tidak pernah
mengenalnya dan dia tidak pernah mengenalku sebelumnya. Ini mungkin sebuah
kebetulan. Kebetulan yang nyata. Tapi ini mungkin bukan sebuah kebetulan.
Karena tak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua pasti ada alasannya.
Saat itu, aku atau Reza sedang memperhatikan apa saja yang sedang
terjadi di dunia Facebook. Tanpa sengaja, aku melihat sebuah foto seorang cewek
yang bernama Ira. Wajah itu…terlalu sulit tuk dijelaskan. Wajah itu yang
menyebabkan perasaan suka ini timbul tanpa alas an. Tapi semua ini tak perlu
alasan.
“Emm…Ira ya? Like ah
fotonya…” ujarku dalam hati.
Dari
sinilah semuanya terjadi. Dia merespon dengan baik dan mengirim sesuatu
diberandaku. Dia mengirim “Thanks for like”. Dari situlah kami memulai sebuah
chating yang intim dan memulai kisah ini. Dan karena chating itulah aku
mendapatkan nomer hpnya. Kami terus berhubungan. Meski hanya melalui SMS tapi
ini terasa menyenangkan. Entahlah…ini menyenangkan buatku. Hari itu pun tiba.
Hari yang membuat perasaan ini terus membesar. Terus meluap. Tak ada yang bisa
menampungnya selain dia. Tapi aku harus menahannya. Ini bukan saat yang tepat.
Karena tujuanku hanya mengantarkan dia pulang saja dan tidak lebih. Meski hati
ini terus memaksa, Tapi sudahlah.
Mentari
sedang pergi entah kemana. Yang terlihat hanyalah bulan dan bintang. Juga
gelapnya langit. Malam itu aku sedang SMSan dengannya. Malam yang sepi tapi
begitu ramai buatku. Terlintas sebuah pemikiran konyol “Hari sabtu gue ajak dia main dan gue jadiin pacar”. Memang konyol,
tapi akan ku lakukan. Semoga ini akan berhasil. Semoga…
“Ira, hari sabtu malam kita main yu…”
Dia merespon dengan baik.
Saat
itu pun tiba, malam dimana sebuah kisah cinta yang mungkin akan abadi dimulai.
“Emm…Ira!” ucapku
dengan gugup.
“Ada apa Reza?”
tanyanya dengan senyumnya yang indah.
Senyumnya
itu membuyarkan semuanya. Semua kata yang sudah tersusun rapih. Semua kalimat
yang sudah tertata menjadi berantkan dan menjadi sebuah kata yang acak.
“Hmm…Ra, aku suka sama
kamu! Mau gak jadi pacar aku?”
Oh god! Kata - kata itu
keluar begitu saja. Ya sudahlah. Kita tunggu saja hasilnya.
Sesaat suasana menghening. Hanya riuhan angin malam yang terdengar.
Semua menyaksikan kebisuan ini. Tapi semuanya membisu dan hanya aku yang akan
menghentikan kebisuan ini.
“Ekhem…Sudah lama ku
pendam rasa ini. Perasaan ini terus meulap dan hanya kamu yang bisa menampung
perasaan ini. Kamu mau gak jadi pacar aku?” ku perjelas semua agar lebih jelas.
“Emm…kata – kata yang
indah. Aku mau jadi pacarnya Reza…” respon yang indah dan senyumnya yang indah.
Tepat
pukul 8.00 malam, 17 Agustus 2013 sebuah kisah baru dimulai. Kisah yang berawal
dari sebuah keisengan. Mungkin ini akan terus berlanjut. Mungkin ini akan terus
berlanjut hingga waktu yang mungkin akan memisahkan. Dan mungkin ini, akan
menjadi kisah yang akan abadi. Mungkin.
Kisah ini terinspirasi dari : @RezaFrank16
Kisah ini terinspirasi dari : @RezaFrank16

Komentar
Posting Komentar