Kebodohan
H -5
menjelang liburan dan itu artinya sudah mendekati ke pendiahanku dari sebuah
kota yang memberikan banyak cerita. Kota Bandung kota yang indah menurutku
dengan penduduknya yang sangat baik. Tapi tidak tuk seorang wanita satu ini.
Dia adalah mantan adik – adikanku dan sekarang adalah seoarang pacar. Terlalu
banyak perasaan sayang yang ku tanamkan. Tapi dia tidak merawatnya dan
membuatnya layu. Terukir nama dan wajah Rin diingatanku. Tapi apakah terukir
nama Guntur dipikirannya? Mungkin…tapi entah lah. Rasanya ini hal terbodoh yang
pernah ku lakukan. Hmm…sudah lah.
“Rin! Beres liburan aku mau pindah lagi ke Bekasi…”
ucapku.
“Lah? Kenapa? Padahal kita baru jadian…” ujarnya penuh
ke kecewaan.
“Yaaaa…gak tahu? Itu ke putusan ke dua orang tua kaka”
“Hmm…”
Dia
terlihat begitu ke cewa. Wajah itu…
“Tapikan kita bisa LDR! (hubungan jarak jauh)” ucapku
berusaha meyakinkan.
“Ya gimana kaka aja deh!” kesal
Karena
tragedi itu, hubungan kita terasa berbeda. Seperti ada jarak yang memisahkan.
Tapi sudah lah, semua itu akan berlalu seiring berjalannya waktu.
Tak
terasa sudah H -3 sebelum aku pindah. Berat rasanya. Terlalu banyak melamun dan
itu mengakibatkan waktu terasa begitu cepat. Hubungan kita membaik. Kita selalu
mengingatkan satu sama lain. Selalu bertemu di sekolah dan di lingkungan rumah.
Kadang kita menghabiskan waktu berdua pergi ke suatu tempat. Hehe…itu adalah
sebuah ke bodohan setalah mengetahui siapa dai sebarnya.
Terbersit
sebuah ke sedihan. Sepertinya dia memang sayang. Tapi…setelah pindah dan
menjalani LDR, terasa ada satu hal yang aneh dari cara dia SMS dan menelepon.
Mungkin ini hanya perasaanku saja, mungkin? Sudah lah.
“Rin, kaka besok mau ke Bandung! Ketemuan yu!” ucapku
melalui telepon.
“Besok ka?” responnya.
“Iya besok, mau ga? Kalau engga ya gak apa apa…”
berusaha meyakinkan.
“Gimana besok aja ka…” ucapnya.
Aneh.
Ada yang aneh dengan dia. Itu sangat membingungkan. Terlalu memusingkan tuk
dijadikan beban pikiran. Tapi itu selalu terpikirkan dan terus berputar dalam
otak yang konyol ini.
Ke
esokan harinya, aku pergi ke bandung. Rasa penasaran yang terus menyelimuti
akan rahasia yang dia miliki ini terus menutupi pikiran dan semakin terasa saat
tiba di Bandung. Ternyata semua sudah menunggu. Semua sahabatku saat di Bandung
sudah menunggu hari ini dan kami hanya berbincang di salah satu rumah
sahabatku.
“SMS dari siapa Tur?” tanya sahabatku.
“Ini…dari si Rin”
Ku
buka dan ku baca SMS itu.
“Ka,
kita putus aja ya? Rin gak biasa LDR… maaf ya ka…”
Cukup
mengagetkan. Tapi aku tak terlalu ke cewa. Aku bukan tipe orang yang suka
memaksa.
“Ya…gak
apa – apa de…kita masih bisa adik kakaan lagi”
Dia
tidak membalasnya. Ya…sudah lah.
“Ada apa tep?” tanya sahabatku.
“Engga…ini si Rin ngajak putus…”
jawabku dengan senyuman khas.
“Oh iya! Diakan udah sama cowok lain!” ucap temanku.
“Wah iya? Anjoy parah lah! Jadi selama ini…” ucapku
kecewa.
Ternyata.
Semua ke anehan yang dia tunjukan adalah karena hal itu. Jadi semua yang aku
lakukan bersamanya adalah sebuah ke bodohan. Ke bodohan? Memang benar itu
adalah ke bodohan.
Hanya
untuk memastikan, saat aku di Bekasi aku tanya lagi melalui SMS.
“Rin
kenapa kamu ngajak putus?” tanyaku.
“Kan
udah dijelasin kemarin ka…” balasnya.
“Hmm…udah,
jujur aja Rin… Kaka banyak kenalan di Bandung” balasku.
“Ya
udah…aku udah punya yang lain semenjak kita mulai LDR…” balasnya.
Aku
hanya bisa tersenyum dan berusaha membiasakan diri.
“Ya
ga apa – apa de…kamu masih bisa jadi adik – adikan kaka… J” balasku.
“Makasih
ka… :’)” balasnya.
Kebencianku
muncul. Hal ini pernah terjadi saat aku SMP. Haha…ke bodohan masa SMA dan SMP.
Trauma rasanya tuk menjalani hubungan yang biasa disebut PACARAN. Lebih
menyenangkan sediri. Semua ada waktunya dan itu adalah ke bodohan yang bodoh
dan takan terlulang untuk yang ke sekian kalinya. Cukup.

Komentar
Posting Komentar