Hanya Teman Dekat Tidak Lebih

Aku menyukaimu bahkan tergila-gila kepadamu. Mungkin kau telah memberiku sebuah ramuan agar aku tetap menjaga perasaan ini hingga sekarang. Semua cerita yang sudah tertulis dalam buku jurnal ingatanku ini akan terus aku ingat meski terkadang sakit saat aku membuka setiap lembarnya. Aku yang dulu memilikimu, kini haru menlihatmu bersama orang lain sembari menutup setiap luka yang tiba-tiba terbuka. Meski enggan, tetap saja aku tidak bisa menghindarinya, karena sekarang aku hanyalah sebatas teman untukmu. Teman dekat tidak lebih.

Semua begitu terasa sesasak kekita aku merindukanmu. Mungkin aku bukan merindukanmu, tapi aku merindukan semua kebiasaanmu; merindukan semua yang biasa kita lakukan bersama. Beberapa kali kita sempat jalan bersama dalam hubungan teman ini. Kau selalu bercerita tentang orang lain, menangis karena disakiti, tapi tidak ada kesempatan untukku berkeluh-kesah kepadamu. Aku hanya bisa ikut merasa sedih saat kau merasakannya; meresa senang saat kau merasakannya. Tapi aku rasa itu cukup karena kita hanyalah teman. Teman dekat tidak lebih.

Dalam diri ini, aku memiliki hasrat untuk bisa kembali mengkecup bibirmu yang selalu terasa manis, mendekap tubuhmu, dan kembali melakukan semua hal yang biasa kita lakukan. Mungkin sofa yang biasa menyaksikan kegiatan kita juga merindukannya. Atau mungkin gelas yang biasa kau pakai untuk meminum teh manis hangat kesukaanmu pun merindukannya. Semua itu membuatku menjadi seperti seorang pencandu yang kehabisan dopingnya. Tapi aku tidak menggigil.

Kau adalah bunga yang sempat aku petik dan aku rawat di dalam vas terbaik yang pernah aku miliki. Aku tak pernah bosan menatapmu kala itu. Kau selalu tampak       indah meski kau terlihat mulai layu dan berakhir ditangan orang lain yang bisa kembali mengindahkan mahkotamu. Meski kini kau berada dalam vas lain, aku akan tetap menjaga vas yang sempat kau tempati dengan sepenuh hati. Aku menjaganya agar tetap indah seperti saat dulu; saat kau menjadi milikku. Hingga saatnya tiba, aku akan tetap menunggu dalam sabar yang kupaksakan. Karena hanya itu yang aku bisa, karena kini aku hanyalah teman. Teman dekat tidak lebih.

Komentar

Postingan Populer